Sabtu, 14 November 2009

Dari Sini Semua itu Berawal


Dari sanalah semua cerita bahagia kami dimulai. Sebuah babak baru dalam kehidupan kami. Tak peduli darimana kami berasal, tak peduli seperti apa masa lalu dan latar belakang kami, yang ada adalah sebuah langkah kecil baru yang kelak menjadi lompatan besar dalam hidup kami. Bagi sebagian dari kami yang jauh-jauh merantau ke Jogja, kami temukan hangatnya keluarga baru ini. Keluarga PMATSUB 09.

Kami lupakan sejenak kerinduan kami akan keluarga di rumah, kulupakan sejenak problema hidup ini di keluarga baru kami. Di sana kami seperti layaknya sedang barada di rumah.
Senyum hangat itu, sapaan itu, dan sambutan hangatnya membuat langkah kami senantiasa mantap tuk memulai hari-hari baru kami menuntut ilmu.
Kami mulai hari pertama kami menatap dunia baru itu dengan langkah besar sebuah perkenalan. Sebuah awal munculnya rasa itu, kekeluargaan. Ya, memang kami merasa inilah saudara-saudara baru kami. Bukan tuk 4 tahun atau beberapa tahun, tapi bagi kami semua ini tuk selamanya.
Kumulai langkah mantap kami menapaki kehidupan sebagai seorang mahasiswa. Ya, setidaknya begitulah kami sekarang dipanggil. Kuliah, tugas, canda, tawa, dan sebagainya kami lalui hari demi hari. Namun di sana kami lalu temukan sosok orang tua baru kami.



Walaupun mereka seakan terkesan galak dan kurang kami sukai beberapa sifatnya namun kami tahu semua itu tuk kebaikan kami. Disaat otak ini terasa berat dan lelah seusai kuliah, kami temukan kebaikan hati saudara baru kami. Kami lepas lelah itu sambil tertawa, bercanda, dan bersenda gurau bersama.

Sejanak kami hibur diri ini dengan bermain bersama. Kami lupakan rutinitas aktivitas kami sebentar. Serasa kembali kemasa-masa silam.

Dikala perut tak dapat berkompromi lagi, kami lanjutkan langkah kecil kami tuk sedikit menantang dan mengalahkan lapar.
Tak akan pernah kami lupakan siapa kami ini dan dari mana kami berasal, dengan segala kerendahan hari kami langkahkan diri kami tuk bersujud dihadapan-Nya. Kami sadar semuanya berasal dari-Nya dan kan kembali pada-Nya.

Dikala tubuh kami ini tak lagi sanggup tuk lanjutkan aktivitas berharga kami, kami rebahkan sejenak tubuh ini tuk sejenak beristirahat. Kami impikan teman-teman di sela mimpi. Tetapi kami bahagia kala menemukan sosok teman...yeah they are in my heart. I'd be lost without my friend.
Kami arahkan kaki ini tuk kembali menggali dalamnya ilmu sang Pencipta. Belajar sudah tak lagi sebuah hal berat. Kami sadar itulah kewajiban kami.

Yah, apa mau dikata itulah kami Keluarga PMATSUB 09. Teman sejati sulit tuk dicari, namun akan lebih sulit lagi tuk ditinggalkan apa lagi tuk dilupakan.

0 komentar:

Posting Komentar